Kematian bisa di undur dengan sedekah

June 2nd, 2006 by mustafa

Kematian memang di tangan Allah. Maka ada satu hal yang bisa membuat
kematian menjadi sesuatu yang bisa ditunda,
yaitu kemauan bersedekah, kemauan berbagi dan peduli.

SUATU hari, Malaikat Kematian mendatangi Nabiyallah Ibrahim, dan
bertanya, "Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?"
"Yang anak muda tadi maksudnya?" tanya Ibrahim.
"Itu sahabat sekaligus muridku." "Ada apa dia datang menemuimu?"
"Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya besok pagi."
"Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok
pagi."
Habis berkata seperti itu, Malaikat Kematian pergi meninggalkan Nabiyallah
Ibrahim. Hampir saja Na¬biyallah Ibrahim tergerak untuk rriemberitahu
anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini, dan
mem¬beritahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi langkahnya
terhenti. Nabiyallah Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah.
Esok paginya, Nabiyallah Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan
bahwa anak muda tersebut tetap bisa melang sungkan pernikahannya.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan
tahun berganti tahun, Nabiyallah Ibrahim malah melihat anak muda ini
panjang umurnya.
Hingga usia anak muda ini 70 tahun, Nabiyallah Ibrahim bertanya kepada
Malaikat Kematian, apakah dia berbohong tempo hari sewaktu
menyampaikan bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi?
Malaikat Kematian menjawab bahwa dirinya memang akan mencabut nyawa
anak muda tersebut, tapi Allah menahannya.
"Apa gerangan yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut
nyawa anak muda tersebut, dulu?"
"Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut
menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuatAllah
memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau
masih melihatnya hidup."

Saudara-saudaraku, kematian memang di tangan Allah. justru itu,
memajukan dan memundurkan kematian adalah hak Allah. Dan Allah
memberitahu lewat kalam Rasul-Nya, Muhammad shalla `alaih bahwa
sedekah itu bisa memanjangkan umur. jadi, bila disebut bahwa ada
sesuatu yang bisa menunda kematian, itu adalah… sedekah.
Maka, tengoklah kanan-kiri Anda, lihat-lihatlah sekeliling Anda. Bila
Anda menemukan ada satu-dua kesusahan tergelar. maka sesungguhnya
Andalah yang butuh pertolongan. Karena siapa tahu kesusahan itu
digelar Allah untuk memperpanjang umur Anda. Tinggal apakah Anda
bersedia menolongnya atau tidak. Bila bersedia, maka kemungkinan besar
memang Allah akan memanjangkan umur Anda.
Saudara-saudaraku sekalian, tidak ada seorang pun yang mengetahui
kapan ajalnya akan sampai. Dan, tidak seseorangpun yang mengetahui
dalam kondisi apa ajalnya tiba. Maka menge¬luarkan sedekah bukan saja
akan memperpanjang umur, melainkan juga memungkinkan kita meninggal
dalam keadaan baik. Bukankah sedekah akan mengundang cintanya Allah?
Sedangkan kalau seseorang sudah dicintai oleh Allah, maka tidak ada
masalahnya yang tidak diselesaikan, tidak ada keinginannya yang tidak
dikabulkan, tidak ada dosanya yang tidak diampunkan, dan tidak ada
nyawa yang dicabut dalam keadaan husnul khatimah.
Mudah-mudahan Allah berkenan memperpanjang umur, sehingga kita semua
berkesempatan untuk mengejar ampunan Allah dan mengubah segala
kelakuan kita, sambil mempersiapkan kematian datang.
 
"Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa
yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada
siang hari untuk disempurnakan umur yang telah ditentukan, kemudian
kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa
yang dahulu kamu kerjakan"

Karena Aku Perempuan Beriman

October 7th, 2005 by mustafa

Oleh : Rasyan Ridha*

"Dan kalau ada yang bertanya : “Kenapa kamu berjilbab ?”, jawabannya mudah saja : “Karena aku perempuan beriman.” "

Marak disaksikan pada setiap bulan ramadhan, beramai-ramai artis mengenakan kerudung atau berusaha mengenakan jilbab dalam berbagai kesempatan. Tapi disayangkan oleh banyak ulama atau kalangan umat, selepas ramadhan, jilbab atau kerudung itu malah mereka tanggalkan. Mereka kembali tampil seksi, tampil terbuka tanpa penutup kepala, dalam berbagai acara perhelatan pada sebelas bulan berikutnya.

Fenomena tersebut tidak hanya berjangkit dikalangan artis saja. Banyak wanita dalam lingkungan profesi lainpun melakukan hal serupa. Kenapa pakai jilbab atau kerudung di bulan puasa ? Risih, jawab mereka. Kenapa jilbab atau kerudungnya dilepas sehabis puasa ? Gerah, jawab mereka. Jadi, kalau bulan puasa nggak gerah, ya ? Yang ditanya cuma tersenyum.

Gerah tentunya bukan alasan esensiil. Justru di bulan ramadhan, ketika mereka ramai-ramai mengenakan jilbab, suhu cuaca sedang panas. Sebagaimana makna kata : “ramadhan” sendiri, yang diambil dari kata dasar “ramdho”, yang berarti panas banget. Di negara-negara Timur Tengah yang iklimnya jauh lebih panas dari kita yang bertinggal di daerah tropis, mayoritas wanitanya malah mengenakan kerudung. Al Qur’an dan Al-Hadits memang tidak mengadakan pengecualian untuk perkara ini. Wanita muslim yang bertinggal di seluruh pelosok bumi ini, wajib mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh sesuai firman : “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al Ahzab, 33: 59)

Walau begitu, kaum Hawa yang masuk dalam golongan pakai-lepas jilbab ini, masih lebih baik maqam-nya daripada golongan yang enggan berjilbab/berkerudung, baik didalam maupun diluar syahrur-ramadhan. Setidaknya, usaha tersebut membantu para lawan jenis yang diwajibkan untuk ber-ghadul bashar (menjaga pandangan), yaitu : kaum Adam yang tengah menjalani ibadah shaum. Siapa tahu, lambat laun hati mereka tergerak untuk berjilbab seumur hidup, atau bisa saja ada yang mendoakan mereka agar diberi hidayah, atas niat baik berjilbab/berkerudung demi menjaga kesucian ramadhan.

Untuk motivasi lebih lanjut, bagi mereka yang masih belum mantap atau enggan mengenakan jilbab, bisa meresapi firman : “Katakanlah kepada perempuan yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali apa yang (biasa) tampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, …” (Q.S. An Nuur, 24: 31). Firman tersebut merupakan himbauan kepada mereka yang merasa beriman. Artinya, jika merasa tidak memiliki iman, anjuran tersebut silahkan diabaikan.

Tentu tak ada seorang akhwat-pun yang merasa enak, jika dipandang tidak beriman dimata manusia, apalagi dihadapan Allah. Maka kuatkan niat ukhti-ukhti untuk mengenakan jilbab. Dan kalau ada yang bertanya : “Kenapa kamu berjilbab ?”, jawabannya mudah saja : “Karena saya perempuan beriman.” Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada ukhti-ukhti, sebagaimana terhadap kaum perempuan Muhajirin terdahulu, yang ketika turun ayat diatas (Q.S. 24:31) langsung merobek sebagian dari kelebihan kain penutupnya kemudian mereka jadikan sebagai kerudung.”(H.R. Abu Dawud dan Bukhari).

http://www.cybermq.com/cybermq/detail_artikel.php?id=167&noid=2

When Does a Woman Become More Beautiful ??

September 9th, 2005 by mustafa

One day, Myself - forever forbidding me from good, and enticing me into evil - asked me, “When does a woman become more beautiful in your eyes?”

I asked, “Why do you want to know?”

Myself said, “If I tell you, will you answer my question? ”

I said, “Yes!”

Myself said, “Satan - our grand teacher - is making a survey of what makes the woman more beautiful in the eyes of men”

I asked, “What’s this survey for?”

Myself said, “He wants to make an encyclopedia that will be distributed among the Satans of mankind and Jinn. He wants our approach to be more scientific! Now tell me, when does the woman become more beautiful in your eyes?”

I asked, “Do you have ways of making a woman more beautiful in the eyes of men?”

Myself said, “Yes, there are many ways, mannerisms and looks. Each man has his own inclinations”

I said, “Perhaps you could mention to me some of these and I will choose!”

“OK! Do you prefer a fair or dark woman?” “Neither!”

“Do you like the one with long or short hair?” “Neither!”

“The thin or fat one?” “Neither!”

“Do you like the one who uncovers her hair?” “NO!”

“Do you like the one who wears tight and short clothes” “NO!”

“What about the one who uncovers her shoulders and thighs?” “No way!”

“What about the one who sways from side-to-side while walking, strikes the floor with her high heels and speaks softly to men??” “NO!”

“You didn’t like any of the ones I mentioned to you? I can’t think of anything else?” “Really? Try to remember!”

….(silence)… then Myself smiled slyly, “YOU WICKED!! You like a woman when she is wearing a bikini?!!”

“Yuck! No!!”

….(silence)… then Myself smiled again, “You evil man!” “What?”

“You like the woman who shuts the door and says come?” “NO!”

“I’ve run out of suggestions; you tell me what makes a woman more attractive to you?”

“OK! When the woman blushes and goes all red”

“Goes all red? I don’t understand?”

“She becomes more beautiful when she lowers her gaze”

“Lowers her gaze?!! What’s wrong with you? Speak clearly!”

“The woman becomes more attractive, when she becomes more modest and shy. Modesty is the thing that attracts me and many other men. The more a woman is modest the more attractive she becomes….Do you understand??”

This article is loosly adapted from the Arabic original - written by Ibn Muhammad - found at http://www.islamway.com/ara/articles.php?article_id=105

7 Conditions For a Woman’s Dress

September 9th, 2005 by mustafa

7 Conditions For a Woman’s Dress

A Hijab is a word that indicated the following conditions :

1. Clothing must cover the entire body, only the hands and face may remain visible (According to some Fiqh Schools) .

2. The material must not be so thin that one can see through it.

3. The clothing must hang loose so that the shape / form of the body is not apparent.

4. The female clothing must not resemble the man’s clothing.

5. The design of the clothing must not resemble the clothing of the non believing women.

6. The design must not consist of bold designs which attract attention.

7. Clothing should not be worn for the sole purpose of gaining reputation or increasing one’s status in society.

The reason for this strictness is so that the woman is protected from the lustful gaze of men. She should not attract attention to herself in any way. It is permissible for a man to catch the eye of a woman , however it is haram (unlawful) for a man to look twice as this encourages lustful thoughts. Islam protects the woman, it is for this reason that Allah gave these laws. In today’s society womankind is being exploited, female sexuality is being openly used in advertising, mainly to attract the desires of men and therefore sell the product. Is the woman really free in today’s society ? The answer is obviously no, the constant bombardment by the media as to how the ideal woman should look and dress testifies to this. Islam liberated woman over 1400 years ago.

Is it better to dress according to man or God ?

Allah has stated in the Quran that women must guard their modesty.

" Say to the believing women that they should lower their gaze and guard their modesty ; that they should not display their beauty and ornaments except what must ordinarily appear thereof. " [Quran : 24.31] "

Say to the believing man that they should lower their gaze and guard their modesty ; that will make for greater purity for them, and God is well aquatinted with all they do. " [Quran : 24.30] "

And O ye believers turn ye all together toward God, so that ye may attain bliss. " [Quran : 24.31]

Author : Naseer Ahmad

(http://english.islamway.com/)

Luasnya Neraka

July 30th, 2005 by mustafa

From my friend, Rani (IIUM).

Message: Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra.
berkata:

Jibril datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah
mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.: "Mengapa aku melihat kau berubah muka?"
Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan
penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya."

Lalu nabi s.a.w. bersabda: "Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam."

Jawabnya: "Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun,
sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun
sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg
mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat
membakar penduduk dunia semuanya karena panasnya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di
antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panas. Demi
Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Qur’an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa,
niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur karena sangat panasnya, Jahannam itu
sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan
pakaiannya potongan-potongan api.

Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."

Nabi s.a.w. bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?"
Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke
pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda." (note :yaitu yg lebih bawah lebih panas)

Tanya Rasulullah s.a.w.: "Siapakah penduduk masing-masing pintu?"
Jawab Jibril : "Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah
diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir’aun sedang namanya Al-Hawiyah.

Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim.

Pintu ketiga tempat orang shobi’in bernama Saqar.

Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,

Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.

Pintu ke enam tempat orang nasrani bernama Sa’eir.

Kemudian Jibril diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya:

"Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh?"

Jawabnya: "Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum
sempat bertaubat."

Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar nabi saw
bersabda: "Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari
ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?"
Jawabnya: "Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu."

Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibril juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam
rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak
berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.

Dari Hadith Qudsi:

Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat
bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.

Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:

1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat

2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah

3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung

4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah

5. Setiap rumah mempunyai 70,000 kamar

6. Setiap kamar mempunyai 70,000 kotak

7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok
zarqum

8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai
70,000 ekor ular

9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70
hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.

10. Juga di bawah setiap pokok zarqum
mempunyai 70,000 rantai

11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat

Mudah-mudahan dapat menimbulkan keinsafan
kepada kita semua.

Wallahua’lam.

Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159
"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.

Dari Abdullah bin ‘Amr R.A, Rasulullah S.A.W
bersabda: " Sampaikanlah pesanku biarpun satu
ayat.."

Pacaran Dalam perspektif Islam

July 29th, 2005 by mustafa
(diambil dari milis indoatiium).
buat temen2 semua, mudah2an jadi mengerti dan tidak menganggap remeh tentang pandangan Islam tentang pacaran……….
Dalam Islam, hubungan antara pria dan wanita dibagi menjadi dua, yaitu hubungan mahram dan hubungan nonmahram. Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan dalam Surah An-Nisa 23, yaitu mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak boleh dikawin oleh laki-laki) adalah ibu (termasuk nenek), saudara perempuan (baik sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan (dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli ataupun tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan, ibu mertua, dan menantu perempuan. Maka, yang tidak termasuk mahram adalah sepupu, istri paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam ayat di atas.

Uturan untuk mahram sudah jelas, yaitu seorang laki-laki boleh berkhalwat (berdua-duaan) dengan mahramnya, semisal bapak dengan putrinya, kakak laki-laki dengan adiknya yang perempuan, dan seterusnya. Demikian pula, dibolehkan bagi mahramnya untuk tidak berhijab di mana seorang laki-laki boleh melihat langsung perempuan yang terhitung mahramnya tanpa hijab ataupun tanpa jilbab (tetapi bukan auratnya), semisal bapak melihat rambut putrinya, atau seorang kakak laki-laki melihat wajah adiknya yang perempuan. Aturan yang lain yaitu perempuan boleh berpergian jauh/safar lebih dari tiga hari jika ditemani oleh laki-laki yang terhitung mahramnya, misalnya kakak laki-laki mengantar adiknya yang perempuan tour keliling dunia. Aturan yang lain bahwa seorang laki-laki boleh menjadi wali bagi perempuan yang terhitung mahramnya, semisal seorang laki-laki yang menjadi wali bagi bibinya dalam pernikahan.

Hubungan yang kedua adalah hubungan nonmahram, yaitu larangan berkhalwat (berdua-duaan), larangan melihat langsung, dan kewajiban berhijab di samping berjilbab, tidak bisa berpergian lebih dari tiga hari dan tidak bisa menjadi walinya. Ada pula aturan yang lain, yaitu jika ingin berbicara dengan nonmahram, maka seorang perempuan harus didampingi oleh mahram aslinya. Misalnya, seorang siswi SMU yang ingin berbicara dengan temannya yang laki-laki harus ditemani oleh bapaknya atau kakaknya. Dengan demikian, hubungan nonmahram yang melanggar aturan di atas adalah haram dalam Islam. Perhatikan dan renungkanlah uraian berikut ini.

Firman Allah SWT yang artinya, "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Al-Isra: 32).

"Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: ‘Hendaklah mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya ….’ Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan: ‘Hendaknya mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya …’."
(An-Nur: 30–31).

Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan dapat dikatakan terpelihara apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat mengulangi melihat lagi atau mengamat-amati kecantikannya atau kegantengannya.

Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, ‘Palingkanlah pandanganmu itu!" (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, "Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin."
(Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).

"Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya." (HR Bukhari).

Rasulullah saw. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, "Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh." (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Al-Hakim meriwayatkan, "Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya."

Yang terendah adalah zina hati dengan bernikmat-nikmat karena getaran jiwa yang dekat dengannya, zina mata dengan merasakan sedap memandangnya dan lebih jauh terjerumus ke zina badan dengan, saling bersentuhan, berpegangan, berpelukan, berciuman, dan seterusnya hingga terjadilah persetubuhan.

Ath-Thabarani dan Al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Allah berfirman yang artinya, ‘Penglihatan (melihat wanita) itu sebagai panah iblis yang sangat beracun, maka siapa mengelakkan (meninggalkannya) karena takut pada-Ku, maka Aku menggantikannya dengan iman yang dapat dirasakan manisnya dalam hatinya."

Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya, "Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan, seorang yang berdesakkan dengan **** yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya."

Di dalam kitab Dzamm ul Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan dari Abu al-Hasan al-Wa’ifdz bahwa dia berkata, "Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa’idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, ‘Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?’ Dia menjawab, ‘Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, ‘Wahai Habib?’ Aku menjawab, ‘Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.’ Allah berfirman, ‘Lewatlah Kamu di atas neraka.’ Maka, aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, ‘Aduh (karena sakitnya).’ Maka. Dia memanggilku, ‘Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka)."

Hal tersebut sebagai gambaran bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak.

"Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka, aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, ‘Apa ini?’ Kedua orang itu berkata, ‘Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina." (Isi hadis tersebut kami ringkas redaksinya. Hadis di ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa Abu Hurairah r.a. dan Ibn Abbas r.a., keduanya berkata, Rasulullah saw. Berkhotbah, "Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barang siapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barang siapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan dibelenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan, barang siapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda, dan bersetubuh dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut."

‘Atha’ al-Khurasaniy berkata, "Sesungguhnya neraka ******* memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas, dan paling bisuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya."

Dari Ghazwan ibn Jarir, dari ayahnya bahwa mereka berbicara kepada Ali ibn Abi Thalib mengenai beberapa perbuatan keji. Lantas Ali r.a. berkata kepada mereka, "Apakah kalian tahu perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Jalla Sya’nuhu?" Mereka berkata, "Wahai Amir al-Mukminin, semua bentuk zina adalah perbuatan keji di sisi Allah." Ali r.a. berkata, "Akan tetapi, aku akan memberitahukan kepada kalian sebuah bentuk perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Tabaaraka wa Taala, yaitu seorang hamba berzina dengan istri tetangganya yang muslim. Dengan demikian, dia telah menjadi pezina dan merusak istri seorang lelaki muslim." Kemudian, Ali r.a. berkata lagi, "Sesungguhnya akan dikirim kepada manusia sebuah aroma bisuk pada hari kiamat, sehingga semua orang yang baik maupun orang yang buruk merasa tersiksa dengan bau tersebut. Bahkan, aroma itu melekat di setiap manusia, sehingga ada seseorang yang menyeru untuk memperdengarkan suaranya kepada semua manusia, "Apakah kalian tahu, bau apakah yang telah menyiksa penciuman kalian?" Mereka menjawab, "Demi Allah, kami tidak mengetahuinya. Hanya saja yang paling mengherankan, bau tersebut sampai kepada masing-masing orang dari kita." Lantas suara itu kembali terdengar, "Sesungguhnya itu adalah aroma alat kelamin para pezina yang menghadap Allah dengan membawa dosa zina dan belum sempat bertobat dari dosa tersebut."

Bukankah banyak kejadian orang-orang yang berpacaran dan bercinta-cinta dengan orang yang telah berkeluarga? Jadi, pacaran tidak hanya mereka yang masih bujangan dan gadis, tetapi dari uisa akil balig hingga kakek nenek bisa berbuat seperti yang diancam oleh hukuman Allah tersebut di atas. Hanya saja, yang umum kelihatan melakukan pacaran adalah para remaja.

Namun, bukan berarti tidak ada solusi dalam Islam untuk berhubungan dengan nonmahram. Dalam Islam hubungan nonmahram ini diakomodasi dalam lembaga perkawinan melalui sistem khitbah/lamaran dan pernikahan.

"Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih memelihara kemaluan. Tetapi, siapa yang tidak mampu menikah, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat mengurangi syahwat." (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami).

Selain dua hal tersebut di atas, baik itu dinamakan hubungan teman, pergaulan laki perempuan tanpa perasaan, ataupun hubungan profesional, ataupun pacaran, ataupun pergaulan guru dan murid, bahkan pergaulan antar-tetangga yang melanggar aturan di atas adalah haram, meskipun Islam tidak mengingkari adanya rasa suka atau bahkan cinta. Anda bahkan diperbolehkan suka kepada laki-laki yang bukan mahram, tetapi Anda diharamkan mengadakan hubungan terbuka dengan nonmahram tanpa mematuhi aturan di atas. Maka, hubungan atau jenis pergaulan yang Anda sebutkan dalam pertanyaan Anda adalah haram. Kalau masih ingin juga, Anda harus ditemani kakak laki-laki ataupun mahram laki-laki Anda dan Anda harus berhijab dan berjilbab agar memenuhi aturan yang telah ditetapkan Islam.

Hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di hari akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah kita mulai hidup ini dengan bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap pertolongan Allah agar diberi kekuatan untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Semoga Allah menolong kita, amin.

Adapun pertanyaan berikutnya kami jawab bahwa cara mengetahui sifat calon pasangan adalah bisa tanya secara langsung dengan memakai pendamping (penengah) yang mahram. Atau, bisa melalui perantara, baik itu dari keluarga atau saudara kita sendiri ataupun dari orang lain yang dapat dipercaya. Hal ini berlaku bagi kedua belah pihak. Kemudian, bagi seorang laki-laki yang menyukai wanita yang hendak dinikahinya, sebelum dilangsungkan pernikahan, maka baginya diizinkan untuk melihat calon pasangannya untuk memantapkan hatinya dan agar tidak kecewa di kemudian hari.

"Apabila seseorang hendak meminang seorang wanita kemudian ia dapat melihat sebagian yang dikiranya dapat menarik untuk menikahinya, maka kerjakanlah." (HR Abu Daud).

Hal-hal yang mungkin dapat dilakukan sebagai persiapan seorang muslim apabila hendak melangsungkan pernikahan.
1. Memilih calon pasangan yang tepat.
2. Diproses melalui musyawarah dengan orang tua.
3. Melakukan salat istikharah.
4. Mempersiapkan nafkah lahir dan batin.
5. Mempelajari petunjuk agama tentang pernikahan.
6. Membaca sirah nabawiyah, khususnya yang menyangkut rumah tangga Rasulullah saw.
7. Menyelesaikan persyaratan administratif sesui dengan peraturan daerah tempat tinggal.
8. Melakukan khitbah/pinangan.
9. Memperbanyak taqarrub kepada Allah supaya memperoleh kelancaran.
10. Mempersiapkan walimah.